Saya masih ingat pertama kali kami bertemu di pendaftaran mahasiswa baru di Sabuga. Saat dia mengantri di depan saya selama pendaftaran, saat dia menertawakan saya yang harus membeli sepatu baru karena saya datang dengan sendal dan dilarang masuk oleh satpam, dan lalu saya menertawakan dia balik karena panggilan satpam untuk botol minumnya yang tertinggal. Saya masih ingat saat saya sekelompok praktikum dengannya selama semester 3, dan betapa saya sangat kesal dengannya yang sering berbohong, belagu, dan selalu seenaknya dengan tanggungjawabnya.
Saya lupa kapan mulai dekat dengan orang ini. Yang saya ingat, 4 tahun lalu, saya mendapat first cake kehormatan di ulang tahunnya yang ke-20. Saat itu saya belum berani menyebutnya sahabat, saya bahkan belum merasa berada di lingkaran pertemanan yang sama.
Setahun kemudian, tahun 2007, saya sudah berani menyebutnya sahabat. Sudah banyak waktu yang kami habiskan bersama, baik senang maupun susah. Tepat 3 tahun lalu, saya membuat surprise party seperti kebiasaan di angkatan kami. Surprise sederhana, hanya kue ulang tahun setelah acara nonton bersama teman-teman satu angkatan. Saya masih ingat filmnya, Pirate of Caribbean: At World's End.
Setahun kemudian lagi, tahun 2008, sudah lebih banyak hal-hal yang kami bagi bersama. Senang, susah, ujian, sahabat, seteru, tawa, tangis. Kata sahabat sudah sangat layak saya sandang untuknya. Tepat 2 tahun yang lalu, surprise party kembali diadakan, namun saat itu saya hanya sebagai peserta, sahabat kami yang lain yang membuatkan untuknya.
Setahun kemudiannya lagi, tahun 2009, kami masi berada di path yang beriringan. Saya dan dia berhasil masuk ke Perusahaan yang sama, bahkan cubicle nya berada di depan cubicle saya. Tepat setahun lalu, saya kembali membuat surprise party yang sangat gagal karena dia pulang untuk acara bersama keluarganya. Namun akhirnya dia datang di saat kami semua menunggunya di parkiran Mesjid Gelora Senayan.
4 momen ulang tahunnya, 3 first cake untuk saya, ratusan cerita yang dibagi bersama.
Memiliki dia sebagai bagian dari hidup saya adalah salah satu anugerah terindah yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Untuk saya yang tidak memiliki sosok pria sebagai panutan, dia lah sosok terdekat sebagai seorang kakak laki-laki dalam hidup saya. Banyak pelajaran, ajaran, pengetahuan, teladan, dan hal-hal baik lainnya yang saya peroleh darinya. Hati yang selalu sabar menghadapi saya yang kekanak-kanakan. Kepala yang selalu dingin dalam menghadapi masalah. Tangan yang selalu siap membantu saya. Mulut yang selalu memberi nasehat-nasehat yang selalu keluar di saat saya sangat membutuhkannya. Orang yang selalu menerima dan mengerti saya apa adanya. Orang yang membimbing saya untuk menemukan cita-cita saya, panggilan utama saya, serta membantu saya untuk mengenal diri saya yang sesungguhnya.
Orang-orang selalu berkata, setiap orang singgah dalam hidup kita akan meninggalkan jejak dalam kanvas hidup kita, namun hanya beberapa yang akan meninggalkan jejak yang signifikan. Bagi saya, dia adalah salah satu yang paling signifikan.
Saya sering membaca lagi tulisan yang saya tulis setelah dia menelpon saya untuk memberi tahu apa arti saya untuknya. Saat dia mengatakan pujian terindah yang pernah saya dapatkan dari seorang sahabat:
Saya lupa kapan mulai dekat dengan orang ini. Yang saya ingat, 4 tahun lalu, saya mendapat first cake kehormatan di ulang tahunnya yang ke-20. Saat itu saya belum berani menyebutnya sahabat, saya bahkan belum merasa berada di lingkaran pertemanan yang sama.
Setahun kemudian, tahun 2007, saya sudah berani menyebutnya sahabat. Sudah banyak waktu yang kami habiskan bersama, baik senang maupun susah. Tepat 3 tahun lalu, saya membuat surprise party seperti kebiasaan di angkatan kami. Surprise sederhana, hanya kue ulang tahun setelah acara nonton bersama teman-teman satu angkatan. Saya masih ingat filmnya, Pirate of Caribbean: At World's End.
Setahun kemudian lagi, tahun 2008, sudah lebih banyak hal-hal yang kami bagi bersama. Senang, susah, ujian, sahabat, seteru, tawa, tangis. Kata sahabat sudah sangat layak saya sandang untuknya. Tepat 2 tahun yang lalu, surprise party kembali diadakan, namun saat itu saya hanya sebagai peserta, sahabat kami yang lain yang membuatkan untuknya.
Setahun kemudiannya lagi, tahun 2009, kami masi berada di path yang beriringan. Saya dan dia berhasil masuk ke Perusahaan yang sama, bahkan cubicle nya berada di depan cubicle saya. Tepat setahun lalu, saya kembali membuat surprise party yang sangat gagal karena dia pulang untuk acara bersama keluarganya. Namun akhirnya dia datang di saat kami semua menunggunya di parkiran Mesjid Gelora Senayan.
4 momen ulang tahunnya, 3 first cake untuk saya, ratusan cerita yang dibagi bersama.
Memiliki dia sebagai bagian dari hidup saya adalah salah satu anugerah terindah yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Untuk saya yang tidak memiliki sosok pria sebagai panutan, dia lah sosok terdekat sebagai seorang kakak laki-laki dalam hidup saya. Banyak pelajaran, ajaran, pengetahuan, teladan, dan hal-hal baik lainnya yang saya peroleh darinya. Hati yang selalu sabar menghadapi saya yang kekanak-kanakan. Kepala yang selalu dingin dalam menghadapi masalah. Tangan yang selalu siap membantu saya. Mulut yang selalu memberi nasehat-nasehat yang selalu keluar di saat saya sangat membutuhkannya. Orang yang selalu menerima dan mengerti saya apa adanya. Orang yang membimbing saya untuk menemukan cita-cita saya, panggilan utama saya, serta membantu saya untuk mengenal diri saya yang sesungguhnya.
Orang-orang selalu berkata, setiap orang singgah dalam hidup kita akan meninggalkan jejak dalam kanvas hidup kita, namun hanya beberapa yang akan meninggalkan jejak yang signifikan. Bagi saya, dia adalah salah satu yang paling signifikan.
Saya sering membaca lagi tulisan yang saya tulis setelah dia menelpon saya untuk memberi tahu apa arti saya untuknya. Saat dia mengatakan pujian terindah yang pernah saya dapatkan dari seorang sahabat:
"Denger ini baik2 ya, Di,
Dian, kamu adalah anugerah terindah yang Tuhan kasih sebagai temen saya. Kamu adalah orang yang baik, baik banget. Org yang selalu berusaha bikin orang lain nyaman. Orang yang selalu mau ngertiin orang lain. Orang yang selalu mau mandang dari banyak sudut walaupun gw tau pandangan lo condong kemana (hahaha, siall). 4 tahun yang kita jalanin bareng gak bisa diungkapin dengan kata-kata. Dan selama 4 tahun ini gw banyak berubah jadi lebih baik, dan itu semua sebagian besar karena lo. Jadi makasi..”
Dian, kamu adalah anugerah terindah yang Tuhan kasih sebagai temen saya. Kamu adalah orang yang baik, baik banget. Org yang selalu berusaha bikin orang lain nyaman. Orang yang selalu mau ngertiin orang lain. Orang yang selalu mau mandang dari banyak sudut walaupun gw tau pandangan lo condong kemana (hahaha, siall). 4 tahun yang kita jalanin bareng gak bisa diungkapin dengan kata-kata. Dan selama 4 tahun ini gw banyak berubah jadi lebih baik, dan itu semua sebagian besar karena lo. Jadi makasi..”
4 momen ulang tahunnya, 3 first cake untuk saya, ratusan cerita yang dibagi bersama, banyak kebiasaan.
Memastikan bahwa masing-masing dari kami selalu ada di saat-saat penting hidup kami. Sidang TA. Panggilan kerja. Masalah-masalah. Dan salah satunya adalah kebiasaan saling menelpon di jam 12 menjelang ulang tahun kami masing-masing.
Tapi tahun ini agak sedikit berbeda. Saya tidak lagi membuat surprise party untuknya karena sulitnya keadaan. Dan saya tidak dapat menelponnya tepat jam 12 malam karena handphone nya tidak dapat dihubungi.
Dan seperti biasanya, saya kecewa terhadap kebiasaan-kebiasaan yang mendadak alfa terjadi. Sampai jam 6 sore tadi, saya belum memberinya ucapan selamat karena merasa telah kehilangan momen yang biasanya saya lakukan, sampai tiba2 hp saya berbunyi dan ada bbm masuk darinya:
"Di,, Semalem nelpon yah.. Makasih banyak loh.. :D Walaupun belum dapet ucapannya,, Hehehe,,"
Hahahahahaha....
Dia selalu mendapatkan cara agar saya kembali tersenyum dan menghilangkan semua kekecewaan yang ada.
Walaupun path yang kami lalui masing-masing sudah terpisah sejak 3 bulan lalu. Ternyata belum ada yang berubah sampai saat ini. Yang mana saya harap tidak akan pernah berubah.
Postingan ini khusus untuknya.
Khusus untuk dia yang sangat berarti untuk saya.
Panutan. Tangan pertama. Sahabat. Kakak.
Selamat Ulang Tahun ke 24, Leonardo Henry Gavaza.

Lo pernah nanya, "Bisa gak sih kita tetep kek gini setelah masing-masing nikah?"
"Bisa, Do. Ini salah satu doa gw setiap salah satu dari kita ulang tahun, selain agar kita selalu jadi makin baik setiap harinya, juga supaya kita bisa selalu saling ada, selamanya".
:)
11 komentar:
oooh so sweet...
ehm...
ini blog kok lama-lama jadi tentang relationships terus yak hahaha
Njis, gw berkaca2 gini bacanya. U two truly have a great friendship :')
terharuuuu..
aseeekkk diann,,,, udah mulai go public...congratz yach
di congratz ya udah go public skrng...
aswan dateng2 ribut banget dah, ngerusak flow. hahaha..
kak diannn, hehe..
ratih baru pertama baca blog nya nie.
huaaa, ternyata kalian sahabatan dr kuliah toh? ckckck. tp waktu di kntor ga keliatan, lagian aku nya cm bentar sie.
mengharukan! smoga "langgeng" walaupun kalian udh nikah nanti!!
hmm...berawal dr sebuah persahabatan...
tak mau merasa kehilangan satu sama lainnya.....
kenapa ga di satukan aja dalam bahtera rumah tangga.....???
baca komennya aswan ngakak gw ahahahha
selamat ya di, semoga awet hingga maut memisahkan
Post a Comment